Recent Events

Thu
03
Nov
Sat
26
Nov
Fine Arts Online Auction | Masterpiece.auction

Fine Arts Online Auction

On this auction event collections, we present our latest timed-auction of Fine Arts Online Auction from 03 Nov to 26 Nov 2022 (UTC+8)Bidding Information show more

Wed
12
Oct
Tue
25
Oct
Fine Arts Online Auction | Masterpiece.auction

Fine Arts Online Auction

DescriptionThis Autumn collection, we present our latest timed-auction of South Asian, Chinese, Modern and Contemporary Art from 12 to 25 September 2022 and will be live on 25 October 2022 a... show more

Fri
09
Sep
Tue
27
Sep
Fine Art Online Auction | Masterpiece.auction

Fine Art Online Auction

DescriptionThis Summer collection, we present our latest timed-auction of South Asian, Chinese, Modern and Contemporary Art from 8 to 27 September 2022 7.30 pm (UTC+7)Preview... show more

Art Review: DULLAH, Odalan, ca.1983/1984

Sep 19, 2022

Dullah merupakan salah satu maestro yang senang melukis secara on the spot, menurut beliau dengan cara ini pelukis bisa lebih menjiwai subjek dan objeknya. Setiap karyanya Dullah bukan hanya menunjukan bentuk, warna dan proporsi yang perfect tapi juga menunjukan jiwanya.

Dullah merupakan perupa pertama yang dipilih dipercayai oleh Presiden Soekarno untuk menjadi kurator istana negara. Setelah 10 tahun bekerja sebagai kurator istana beliau memilih untuk balik ke Surakarta dimana beliau menjadi pendiri Himpunan Budaya Surakarta (HBS).

Selain pendiri beliau juga di angkat menjadi ketua untuk bidang seni rupa, di bawah pimpinan beliau  HBS berkembang dengan menambah lebih dari 100 anggota. Hal tersebut dikarenakan gaya mengajar beliau yang telaten, sistematis, dan sekaligus konservatif, mengambil kutipan dari salah satu murid nya Kok Poo.

“Pak Dullah melukis dengan ringan dan asik, Sebagian besar muridnya merasa tergiring untuk mengikutinya, dan yang mau mengikuti jejaknya, ya tentu tak pernah dilarang”.

Tidak jarang juga Dullah membawa murid-muridnya untuk menyeket bersama. Namun pada karya berikut ini adalah momen langka dimana karya ini dibuat bersama-sama dengan murid-muridnya.

Karya ini menggambarkan festival Odalan yang sering ditemui di Bali. Festival ini merupakan salah satu festival terbesar dalam agama Hindu yang merayakan lahirnya sebuah Pura. Karya ini menggambarkan upacara tersebut yang diadakan pada Pura, Penataran Sasih, yang terletak di di desa Pejeng, gianyar Bali karya ini dibuat sekitar tahun 1980 / 1981.

Suasana kemeriahan dan kemegahan festival ini ditangkap oleh Dullah secara sempurna. Melihat dari depan ke belakang detail-detail dari upacara ini tidak ada yang terlewatkan.

Di mulai dari pakaian adat yang digunakan para wanita digambarkan menggunakan kebaya bali dengan berbagai warna dari warna kuning, hijau, hingga ungu. Dengan menggunakan kain-kain dengan motif batik yang digambarkan secara detail dan tidak lupa selendang dengan berbagai warna dari merah, pink,dan hijau.

Demikian pula dengan para pria dari ujung kepala hingga kaki di gambarkan secara detail, di mulai dari kepala menggunakan udeng kepala, yang hanya digunakan pada upacara adat. Para pria menggunakan baju safari yaitu kemeja lengan pendek berwarna putih yang melambangkan kesucian dan kesopanan lalu di lengkapi dengan kain kamen pada bagian bawah.

Jika para wanita menggunakan kain kamen bermotif batik para pria menggunakan kain kamen dengan motif persegi atau kotak- kotak dalam karya ini digambarkan dengan menggunakan warna kuning dan biru.

Tujuan upacara ini adalah untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera, sehingga pengarakan membawa persembahan dilakukan secara beramai-ramai. Dalam karya ini persembahan buah-buahan yang tinggi dibawa oleh dua wanita di paling depan dan persembahan lainnya mengikuti digambarkan hingga ke belakang karya.

Di sekitar nya umbul-umbul yang megah dari ukuran dan warna mengiringi. Suasana harmonis juga ditunjukkan melalui berbagai usia mengikuti upacara ini dari anak- anak, orang muda hingga orang tua.

Saat membuat ini karya ini Dullah dibantu oleh murid-murid nya untuk membawa alat-alat untuk melukis tidak heran melihat dari segala sisi hampir semua spektrum warna ditemukan. Dari warna kuning, hijau, putih, merah, pink, coklat, biru, hingga hitam.

Hi, There!

Welcome to MASTERPIECE. How can we help you today?

Linktree
Contact Us