Recent Events

Fri
13
May
Tue
24
May
Present HERMÈS RARE Collection | Masterpiece.auction

Present HERMÈS RARE Collection

This Spring we present our latest timed-auction of HERMÈS RARE Collection from 13 to 24 May 2022 7.30 pm (UTC+7) Preview available by appointment only in Jakarta 13 to 24 May 20... show more

Fri
29
Apr
Wed
18
May
Fine Art Online Auction | Masterpiece.auction

Fine Art Online Auction

This summer collection, we present our latest timed-auction of TREASURES : Fine Art Online Auction from 29 April to 18 May 2022 7.30 pm (UTC+7) Bidding Information show more

10 Lukisan Yang Menjadi Sorotan Pada Lelang Masterpiece Modern & Contemporary Art 13 - 27 April 2022

Apr 22, 2022

Masterpiece Auction House sebagai balai lelang terbesar di Asia Tenggara mengadakan lelang karya seni berharga secara daring atau online. Lelang kali ini diadakan pada tanggal 13 April sampai 27 April 2022. Ada 80 daftar karya seni yang dilelang dan ini dia 10 karya seni yang menjadi sorotan dan sangat menarik untuk dikoleksi.

1. Yayoi Kusama

Sebagai satu-satunya perupa yang masuk dalam majalah Times 100 orang paling berpengaruh di dunia, nama Yayoi sudah tidak asing lagi. Terkenal mendobrak dunia seni di setiap karya nya mulai dari infinity room, infinity net, Flower Series, Polka dot, Pumpkin, dan masih banyak lagi.

Karya ini merupakan salah satu karya dalam flowers series, keunikan karya ini terletak pada warna backgroundnya di mana ini merupakan salah satu karya flowers series dengan background yang cerah.

Dilengkapi dengan semua karakteristik Yayoi mulai dari infinity net pada background dan flower petal, hingga polka dot pada bagian tangkai dan daun tidak lupa bunga-bunga di beri warna yang vibrant sesuai ciri khas flower series dari Yayoi. Ditambah karya ini disertai dengan sertifikat dari Yayoi Kusama Studio Jepang.

Dengan beberapa solo exhibition yang dijadwalkan di berbagai belahan dunia nama Yayoi akan terus terdengar dan karya-karya nya semakin di cari. Sehingga karya bunga ini dengan media kanvas dan warna background yang jarang ditemukan di flower series membuat karya ini harus di koleksi.

2. Qi Baishi

Dikenal sebagai master seni Lukis gongbi (baca nya kung pi) yaitu melukis secara “rapi” dan detail pada setiap Gerakan kuas. Hal tersebut juga merupakan keunikan dari Qi Baishi dimana setiap karya-karya tidak terpengaruh dengan gaya “western” seperti karya lain pada jamannya.

Qi Baishi juga dikenal membawa perspektif baru pada object sehari-hari seperti bunga, serangga,buahan-buahan, dll  perpsektif tersebut di dapatkan dengan memfocuskan ke 1 hal di banding keseluruhan. Seperti karya dengan judul Peonies ini.

Di sini Qi Baishi terfokus pada petal dan tangkai bunga, tanpa menggambarkan alam di sekitarnya, hal itu menjadi ciri khas dari Qi Baishi. Setiap bunga Peonies di gambarkan secara detail dengan memperhatikan komposisi warna dan proporsi.

Disini lah kekuatan beliau dimana keindahan rangkaian bunga dapat difokuskan tanpa ada context lain di sekitarnya.

Terlepas dari objek bunga sebagai objek utama, pada karya ini juga terdapat ornamen kaligrafi yang sangat indah di bagian kiri lukisan yang menjadi ciri khas dari teknik kaligrafi Qi Baishi. Ditambah Karya ini pernah di lelangkan di Sotheby's Hong Kong pada tahun 2010 lalu.

3. Zhang Daqian

Disebut sebagai master from the south, atas penguasaan teknik guo hua atau tradisional chinese painting style. Dimana karya digambarkan menggunakan tinta. Mempelajari segala aspek dari guo hua seperti kertas yang digunakan, tinta, warna, tipe kuas, gerakan, hingga segel secara detail membuat setiap karya nya menjadi sangat unik. 

Seperti pada karya reading scholar, di mana detail detail di gambarkan secara hati-hati mulai dari buku, meja, kursi, hingga daun daun. Ke-2 orang yang sedang membaca digambarkan dengan postur yang serius membaca. Untuk menambah kedalaman pemandangan sekitar digambarkan dengan menggunakan gradasi warna dengan sapuan kuas yang spontan.

4. Cheong Soo Pieng

Adalah seniman modern sekaligus pelopor dari “Nanyang art style” bersama Chen wen shi. Nanyang style memadukan estetik yang dipengaruhi dari Hindu, China, dan eropa modern. 

Karya dengan judul “Fishing Village” menggambarkan desa nelayan yang pada saat itu merupakan pusat perdagangan dan pertumbuhan. Nanyang style unik karena mengabungkan tradisional chinese style dengan gaya western. Dalam karya ini pengunaan tinta china di gabungkan dengan gaya cubism.

Goresan tinta cina yang lembut di gabungkan dengan gaya kubisme yang memiliki garis tegas sehingga membuat visual dalam karya ini sangat menyolok. Di tambah penggunaan warna yang vibrant yang jarang ditemukan pada karya-karya yang mengunakan tinta china, sehingga karya ini sangat menarik untuk di koleksi. 

5. Chen Wen Hsi

Chen Wen Hsi merupakan pelukis yang sangat terkenal di Singapore karena bersama dengan Cheong Soo Pieng menciptakan “Nanyang Art Style” yang merupakan gaya baru dalam dunia kesenian modern.

Yang sangat menonjol dari karya Chen Wen Hsi adalah karya-karyanya yang sangat erat dengan objek bernuansa alam seperti pemandangan, figur, binatang, dan tumbuhan.
Dan yang menjadi ciri khas dari Chen Wen Hsi merupakan teknik menggunakan kuas yang luar biasa sehingga dapat menghasilkan goresan patah yang tidak terduga di atas semua media lukisnya.

Salah satu karyanya berjudul “Calabash” menggambarkan tumbuhan labu menggunakan warna hitam dan kuning dengan gradasi warna yang membuat karya ini memancarkan satu keindahan yang unik.

Terlihat objek capung yang digambarkan dengan warna biru melengkapi estetika karya secara keseluruhan.

6. Affandi
Maestro Indonesia yang namanya sudah mendunia berkat gaya ciri khasnya yaitu painting directly from the tube! Dalam lelang kali ini terdapat 3 Karya Affandi dengan object yang sangat langka.

Karya dengan judul “Scarecrow” menggambarkan pemandangan lahan pertanian di bali. Di buat pada tahun 1965 karya ini dipenuhi oleh warna-warna primer seperti hijau, merah, kuning, dan hitam yang kuat. Orang-orangan sawah, dan lahan digambarkan dengan tarikan spontan dan berani.

Pada bagian atas terdapat object favorit Affandi yaitu matahari. Yang membuat karya ini unik adalah object babi hutan yang di gambarkan di tengah tengah lukisan. Babi hutan pada saat itu banyak ditemukan di lahan pertanian di bali, yang pada saat ini sudah tidak bisa atau jarang ditemukan lagi.

Dalam proses menggambar nya Affandi dikenal dengan spontan, dan tegas, tetapi dalam pemilihan subject Affandi dikenal dengan melakukan process meditasi akan hal-hal yang dia lihat dan rasakan. Maka dari itu karya “Kelapa Gading” ini sangat menarik. Keindahan area yang dekat dengan laut ini digambarkan dengan menggunakan warna hijau yang dominant, dengan pohon kelapa yang rimbun dan subur, dapat dilihat dari buah kelapa yang digambarkan sangat banyak. 

Karya yang terakhir tetapi tidak kalah menarik nya berjudul; “the maestro and friend (S.Sudjojono)” hubungan Affandi dengan S.Sudjojono sudah banyak dituliskan dan dan diceritakan di buku-buku, karya ini menjadi bukti bahwa kedekatan dan persahabatan tersebut adalah nyata di mana Affandi menggambarkan dirinya dengan S.Sudjojono jalan berdampingan dengan ekspresi tersenyum. 

7. S. Sudjojono

S. Sudjojono atau yang lebih dikenal dengan S. Sudjojono adalah salah satu seniman legendaris Indonesia dengan karakteristik yang sangat kuat.

S. Sudjojono juga dikenal sebagai Bapak Seni Rupa Modern Indonesia, karena ia mempopulerkan gaya seni lukis modern dengan mendirikan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (PERSAGI) dan Seniman Muda Indonesia (SIM).

Seorang pelukis yang juga merupakan pejuang kemerdekaan ini sangat dikenal dengan jiwa ketok atau jiwa tampak, yaitu karakteristik untuk memperlihatkan segala sesuatunya secara real dengan teknik yang terkesan kasar dan sapuan yang seolah dituang begitu saja.

Salah satu karyanya yang berjudul Anggrek, melukiskan kecantikan bunga anggrek yang tengah bermekaran yang digambarkan dengan warna cerah memancarkan keindahan, dengan background yang gelap dilengkapi gradasi warna terlihat sangat harmonis  untuk mempertegas focus bunga sebagai objek utama.

8. Srihadi Soedarsono

Seorang maestro yang terkenal dengan mengolah jiwa dalam setiap karya nya. Terutama karya-karya nya dengan subject penari, di mana Srihadi tidak hanya berhasil menangkap kemegehan juga keanggunan dari sang penari tetapi cerita dan gerakan dalam tarian tersebut.

Sebagai contoh tarian bedhaya yang merupakan seni tari klasik dari jawa di kalangan keraton-keraton pewaris kerajaan mataram, tarian bedaya dibawakan dengan gerakan gemulai dan meditatif disebut sebagai tarian raja karena bedaya merupakan hasil inspirasi raja mengenai suatu peristiwa penting.

Dalam Karya Bedaya- The Beauty of Soul, busana yang digunakan adalah busana pengantin wanita adat jawa, kemegahan ditunjukkan dengan menggunakan emas untuk sanggul, mahkota, kalung, dan ikat pinggang. Sosok penari digambarkan dengan cantik dan melakukan gerakan anggung, ditambah dengan background berwarna hitam yang semakin menonjolkan ke 2 penari. 

9. A.D PIROUS

Di kenal sebagai pioneer dalam modern Islamic calligraphy painting, karya-karya nya menggabungkan calligraphy dengan abstrak atau figuratif. Dalam karya “Padanya Tawakal” merupakan hasil beliau mempelajari prasasti tua dari batu nisan kuno yang ditemui di aceh. Hasil kontemplasi dan meneliti tersebut dituangkan pada lukisan ini dengan calligraphy juga pemilihan bentuk dan warna di sekitarnya.

Karya ini juga dimasukkan dalam buku “Modern Indonesian Art from Raden Sales to the Present Day sehingga menjadi karya yang patut untuk di koleksi.

10. Widayat

Memiliki julukan “Magic Decorative” painter di karena setiap karya nya di penuhi oleh goresan goresan yang di ulang secara berkali kali. Pada masa SMA sempat bekerja di hutan karet di palembang sehingga dekat dengan alam dan object favorite Widayat adalah flora fauna.

Dalam karya “Pergi ke pasar” Widayat mengangkat tema tradisional, orang orang digambarkan menggunakan pakaian yang sederhana. Walau begitu setiap subject di gambarkan secara detail dan variatif terdapat seorang Ibu yang menggendong anak nya di sebelah kiri, seorang bapak yang menggunakan peci, terdapat bapak bapak yang berkumis juga, dan masih banyak lagi.

Tidak lupa object favorite widayat yaitu flora dan fauna yaitu keledai yang digunakan membawa barang, pepohonan yang lebat di sekitar, dan burung burung yang bertengger di ranting pepohonan. Warna yang simple yang merupakan ciri khas Widayat memberi sebuah pesan dalam karya ini dimana kita manusia harus berbaur dengan alam di sekitar kita.